Bismillahirrahmanirrohim
Alkisah, Di negeri seribu khayangan terlihat percakapan Raja Langit dengan salah seorang malaikat yang akan segera di turunkannya kebumi sebagai seorang bayi mungil. Malaikat tersebut tampak menanyakan beberapa pertanyaan, dari jauh wajahnya terlihat sekilas keraguan, untuk menjadi bayi di bumi yang terkenal sangat penuh dengan hasrat duniawi.
“Yang mulia, bagaimanakah saya akan lahir kedunia, tolong jelaskan kepadaku ?” tanya sang malaikat kepada Raja Langit.
“Tentu anakku…. Engkau akan lahir dari seorang Malaikat yang telah aku ciptakan untuk melindungimu” Jawab Raja Langit.
“Dan apabila saya dalam perasaan sedih, tertekan sebagai seorang bayi yang ridak berdaya sama sekali, apa yang harus saya lakukan yang Mulia, adakah yang akan menghiburku?” tanya sang malaikat lagi kepada Raja Langit.
“Tentu … Malaikat tersebutlah yang akan setia menemani dalam dan menghiburmu disetiap masalah yang engkau hadapi.” Jelas sang Raja Langit kepada sang malaikat.
Dengan perasaan yang belum puas, kembali sang malaikat memberika pertanyaan kepada Raja Langit.
“Disaat saya masih bayi, siapakah yang akan memberikan daku makanan, membersihkan kotoran manusiaku, memandikanku, dan memberikan senandung merdu disaat daku akan tidur” tanya sang malaikat.
“Sama seperti jawabanku yang tadi wahai anakku, Malaikat itulah yang akan melakukannya dengan suka cita, menyuapi setiap sendok makananmu, membersihkan kotoran manusiamu yang menjijikkan tanpa mengeluh, setiap hari 2 kali memandikanmu dengan air yang bersih dan hangat, serta akan menyandungkan suaranya walaupun tubuhnya penuh kelelahan karena merawatmu setiap hari, setiap waktu dengan suka cita” papar Raja Langit menjelaskan secara detail.
“Wahai Yang Mulia … berkenankan engkau mengatakan nama Malaikat tersebut… sungguh mulia perbuatannya padaku” tanya sang malaikat.
“wahai anakku, engkau tidak perlu mengetahui namanya namun engkau akan terbiasa memanggilnya IBU, setelah engkau dewasa dan menjadi orang yang sukses, jangan pernah melupakan jasa-jasa IBU mu, karena dia adalah Malaikat Berhati Permata” jawab sang Raja Langit menyudahi perbincangan mereka.
Sang malaikat pun tampak puas dengan penjelasan Raja Langit.
Saudara-saudariku yang diRahmati oleh Allah SWT,, sungguh gamblang dan jelas perumpamaan cerita diatas. Bagaimana seorang IBU memiliki hati yang sangat indah didunia ini. Dengan suka cita tanpa merasakan sakit dan peluh yang dihadapinya, IBU senantiasa tanpa jasa membesarkan kita. Sungguh tidak bermoral bagi mereka yang menelantarkan IBU nya disaat tua, disaat mereka sudah menunggu waktu terakhirnya. Berikan curahan waktu dan balas jasa tanpa pamrih ke mereka, karenan hakekatnya merekapun telah memberikan curahan waktu tanpa pamrih sewaktu kita kecil.
Jadilah Manusia Bijak yang mampu memghargai besarnya Arti Seorang IBU

1 tanggapan kepada “Malaikat Berhati Permata”
Ewy Sardani
Januari 20th, 2010 pukul 08:06
iyalah.. karena birulwalidaian diwajibkan oleh Allah SWT…