Assalamu’alaikum wr.wb
Bismillah..

Doa Kepada Allah SWT

Allah SWT selalu menebar nikmat-Nya pada umat manusia, namun banyak manusia menganggap nikmta itu sebagian hal biasa belaka. Tidak ada rasa syukur, sebagai penghargaan pada si pemberi nikmat, atau doa yang tulus untuk terus dikucuri nikmat Nya.
Padahal Allah SWT sendiri selalu menunggu, dan sangat senang mendengarkan suara hamba-hamba Nya yang selalu meminta, berdoa, dan bersyukur atas nikmat yang tlah diberikan Nya.
Allah SWT rindu dan sangat suka mendengar kata-kata “Ya Rabb” dari bibir-bibir umat Nya. Maka ia kadang sengaja menunda mengabulkan doa itu, agar bisa lebih lama mendengar suara-suara doa itu. Sebaliknya, untuk orang kafir, seringkali Allah SWT langsung kabulkan permintaan duniawinya, agar tak lagi mendengar suara permintaan mereka.
Doa adalah inti ibadah. Karena dalam berdoa seseorang mengadu kepada Allah SWT dalam segala hal, dan doa merupakan ekspresi bagi lemahnya kemampuan seseorang di depan kekuasaan-Nya. Berdoa juga menjadi peluang untuk selalu mengingat-Nya . Ingat! Semua orang sesat, kafir, dan pendurhaka, ketika berada dalam kesusahan juga memohon dan berdoa kepada Allah SWT. Hal itu terjadi karena setiap orang bila berada dalam kesusahan selalu jujur terhadap dirinya. Juga karena setiap orang dengan insting keimanannya tahu bahwa hanya Allah SWT sajalah yang mahakuasa.
Setiap manusia didalam kesusahan selalu berlindung kepada Allah SWT. Allah selalu melindunginya dari bahaya atau kesusahannya itu. Namun, kebanyakan mereka setelah selamat melupakan Dia, dan melupakan permohonannya dulu, lalu kembali kepada kesesatan. Allah SWT menjadikan doa diantara hamba dan zat-Nya tanpa perantara. Doa dari seorang hamba harus langsung kepada Allah.
Sesungguhnya doa seorang hamba kepada Tuhannya sangat dianjurkan disetiap waktu. Akan tetapi, hendaknya yang diharapkan dari doa itu tidaklah hanya penerimaannya saja, melainkan yang terpenting adalah dengan berdoa Anda telah merendahkan diri di hadapan Nya.